Kerajaan Islam Pertama di Indonesia dan Silsilahnya

Menurut sejarah, Islam pertama kali masuk pada abad ke-7 melalui saudagar dari Timur Tengah. Namun, Islam mulai berkembang pada abad ke-13 hingga pada abad ke-14. Sejak saat itu lah, berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Kerajaan Islam menjadi salah satu penyebaran agama Islam di Indonesia. Peninggalan-peninggalan kerajaan ini pun masih terasa dan dapat Anda kunjungi seperti masjid Agung Demak, Masjid Gowa Tallo, Makam Raja Samudera Pasai dan masih banyak lagi.

Kerajaan Islam Pertama di Indonesia Samudera Pasai

Tersebarnya agama Islam di Tanah Air tidak terlepas berdirinya kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berkuasa. Salah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Samudera Pasai yang menjadi pencetus kerajaan Islam di Nusantara.

Raja pertama yakni Al Malik Saleh merupakan raja yang seringkali mengirim orang untuk membayar upeti ke Cina. Sehingga hubungan kerajaan sangat baik dengan Cina pada saat itu dan perdagangan pun berjalan dengan baik.

  1. Masa Kejayaan

Masa kejayaan kerajaan Samudera Pasai saat dipimpin oleh Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Zahir pada tahun 1326 – 1345 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan.

Perdagangan yang terkenal dari kerajaan Samudera Pasai adalah rempah-rempah, khususnya lada. Selain itu, Samudera Pasai juga dikenal sebagai pemasok bahan-bahan unggulan seperti emas, kapur barus dan sutra.

Sultan Ahmad Bahian Syah Malik Zahir juga dikenal sebagai sosok yang alim dan bijaksana. Bahkan menurut Ibnu Batutah, Sultan Sumudera Pasai ini juga telah mengislamkan banyak orang di sekitar wilayah kerajaan tersebut.

Pesatnya kerajaan Islam pertama di Indonesia ini didukung dengan melemahnya Kerajaan Sriwijaya saat itu.

Setelah masa kejayaan oleh Sultan Malik Zahir, kemunduran Kerajaan Samudera Pasai juga mulai terasa ketika Kerajaan Majapahit mulai menyerang. Ambisi Kerajaan Majapahit yang saat itu ingin mempersatukan Nusantara membuat kerajaan Samudera Pasai menjadi lemah.

Selain itu, berdirinya kerajaan Aceh Darussalam mengambil alih untuk penyebaran agama Islam.

  1. Peninggalan Samudera Pasai Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Meskipun Kerajaan Samudera Pasai sudah runtuh namun kerajaan ini meninggalkan berbagai jejak sebagai bukti adanya penyebaran Islam di Indonesia. Adapun beberapa peninggalan Kerajaan Samudera Pasai sebagai barikut:

  • Lonceng Cakra Donya

Lonceng ini merupakan mahkota dengan bentuk stupa dan konon merupakan pemberian dari kekaisaran Cina untuk kesultanan Samudera Pasai. Diperkirakan lonceng Cakra Donya ini dibuat pada tahun 1409 Masehi.

  • Dirham Samudera Pasai

Pada masa kejayaan kerajaan Samudera Pasai, alat pembayaran pada saat itu menggunakan emas yang disebut dengan dirham. Alat pembayaran tersebut pertama dikeluarkan pada masa kekuasaan Sultan Al Malik Zahir.

Dari alat pembayaran emas tersebut, peneliti mengetahui nama-nama raja yang pernah berkuasa pada masa Kerajaan Samudera Pasai.

  • Hikayat Raja Pasai

Karya sastra hikayat ini menceritakan tentang Kerajaan Samudera Pasai. Bahkan dalam isi hikayat tersebut juga terdapat isi tentang mimpi Marah Silu atau Sultan Malik Al Saleh yang bertemu Nabi Muhammad yang kemudian mengislamkannya.

  • Makam Raja dan Ratu Kerajaan Samudera Pasai

Salah satu bukti kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai adalah adanya batu nisan Raja Samudera Pasai yakni Sultan Malik Al Saleh.  Nisan yang terdapat pada makam tersebut bertuliskan angka 1297 Masehi.

Makam yang kedua yang ditemukan adalah makam Ratu Samudera Pasai yakni Sultanah Nahrasiyah. Pada batu nisan Sultanah Nahrasiyah terdapat kutipan Ayat Kursi dan surat Yasin.

Selain itu, terdapat makam-makam lain yakni makan Sultan Muhammad Malik Al Zahir serta putra beliau yakni Sultan Muhammad Malik Az- Zahir.

Sejarah Kerajaan Demak Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Demak adalah salah satu wilayah yang memiliki sejarah penting dalam penyebaran Islam. Kerajaan Demak adalah salah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia khususnya Jawa Tengah yang didirikan oleh Raden Fatah pada tahun 1478 Masehi.

  1. Masa Kejayaan

Kejayaan Kerajaan Demak berlangsung pada masa kekuasaan Sultan Trenggana pada tahun 1521 – 1546 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Sultan Trenggana berhasil menguasai beberapa wilayah di Jawa sebalah timur hingga barat.

Selain itu, penggabungan serikat Islam Demak dan Cirebon berhasil mengusir penjajah Portugis dari Jakarta yang sebelumnya disebut dengan Sunda Kelapa. Setelah menguasai beberapa wilayah, akhirnya pada tahun 1546 Masehi sultan Trenggana harus menghembuskan napas terakhirnya.

  1. Masa Kemuduran

Masa kemunduran salah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia ini tergolong dramatis karena adanya saling serang dan pembunuhan. Faktor ini lah membuat kerajaan Demak semakin melemah. Dimulai pada saat Sultan Trenggana telah wafat terjadinya saling ingin menguasai antara Pangeran Surowiyoto dan Sunan Prawata.

Hingga akhirnya, sunan Prawata membunuh Pangeran Surowiyoto dan menjabat sebagai raja. Ternyata hal ini menimbulkan ketidaksukaan terhadap Sunan Prawata atas tragedi tersebut. Sayanganya, saat Sunan Prawata menjabat selama setahun dan tewas di tangan Arya Penangsang.

Hal tersebut membuat Arya Penangsang menjadi seorang raja. Sayangnya, apa yang dilakukan oleh Arya Penangsang memicu ketidaksukaan oleh Adipati penguasa Pajang yakni Adipati Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Hingga akhirnya Adipati Hadiwijaya hengkang dari kerajaan Demak dan mendirikan Kerajaan Pajang.

Sedangkan untuk peninggalan kerajaan Demak yang paling kental adalah masjid Agung Demak yang hingga saat ini dapat dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh penjuru Indonesia.

Pada masjid tersebut Anda dapat melihat berbagai artefak seperti Maksurah yang merupakan artefak bertuliskan bahasa Arab yang isinya tentang ke-Esa-an Allah. Selain itu terdapat pula situs kolam wudhu, menara adzan yang ikonik, pintu bledeg dan mihrab alias tempat untuk imam.

Setelah munculnya Kerajaan Samudera Pasai dan Demak sebagai Kerajaan Islam Pertama di Indonesia, bermunculan Kerajaan Islam lainnya yang berdiri seperti:

  1. Kerajaan Aceh Darussalam yang berdiri pada tahun 1496 Masehi oleh Sultan Mughayat Syah.
  2. Kerajaan Islam Banjar yang berdiri pada tahun 1520 Masehi oleh Raden Samudra.
  3. Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada tahun 1582 Masehi di Kotagede, Yogyakarta.
  4. Kerajaan Pajang berdiri pada tahun 1568 oleh Adipati Hadiwijaya (Joko Tingkir) di Kelurahan Pajang, Surakarta.
  5. Kerajaan Cirebon berdiri pada tahun 1522 Masehi oleh Raden Fatahillah.
  6. Kerajaan Maluku berdiri pada tahun 1257 Masehi .
  7. Kerajaan Gowa berdiri pada tahun 1300-1946 Masehi dan didirikan oleh Sultan Hasanuddin.
  8. Kerajaan Buton.

 

Pesatnya penyebaran agama Islam di Jawa tidak terlepas dari peran Wali Songo yang menyiarkan Islam ke pelosok-pelosok desa. Hingga saat ini, Anda dapat melihat berbagai peninggalan sejarah baik kerajaan Islam maupun Wali Songo.

Peran Wali Songo saat itu adalah mengembalikan pemahaman masyarakat terhadap hakikat Tuhan melalui media yang melekat di masyarakat. Oleh karena itu, ajaran Islam pada saat itu mudah diterima dan penyebarannya pun sangat luas dan cepat.

Kerajaan Islam pertama di Indonesia memiliki peradaban yang penting bagi masyarakat saat ini. Bahkan situs sejarah masih dapat dijumpai seperti di masjid, museum, maupun tempat yang menjadi peninggalan benda bersejarah.

Untuk informasi tentang sejarah Indonesia, silahkan mengunjungi onoini.com. Bukan hanya sejarah, ono ini juga menyediakan informasi dengan berbagai topik.